Postingan

Lagu Jejak Pengabdian di Tanah Desa

 Jejak Pengabdian di Tanah Desa Mentari pagi perlahan menyapa desa, menyinari sawah, jalan tanah, dan rumah-rumah sederhana yang penuh harapan. Di setiap langkah perjalanan, ada mereka yang hadir bukan sekadar bekerja, tetapi mengabdi dengan hati. Pendamping desa berjalan bersama masyarakat, mendengar harapan mereka, merangkai mimpi menjadi kenyataan, dan menjembatani cita-cita menuju desa yang lebih mandiri dan sejahtera. Lagu ini adalah gambaran semangat itu—tentang pengabdian, ketulusan, dan langkah yang tak pernah lelah untuk desa tercinta. 🎵 Lirik Lagu Mentari pagi menyambut desa Langkah ku hadir membawa cita Menjadi jembatan harapan mereka Pendamping desa mengabdi sepenuh jiwa Dalam harmoni alam yang permai Untuk masyarakat baktiku sampai akhir nanti
Gambar
✨ 7 Rahasia Membawa Diri Agar DISEGANI Orang Lain (Meski Kita "Bukan Siapa-Siapa") Pernahkah Anda bertemu seseorang yang secara jabatan biasa saja, tampilannya sederhana, tidak pamer gelar, tapi begitu ia berbicara—orang langsung mendengarkan? Begitu ia mengambil sikap, orang berpikir dua kali untuk menyepelekannya? Fakta menarik: Wibawa bukan soal siapa Anda di atas kertas, tapi bagaimana Anda hadir di dunia nyata. Kabar baiknya? Aura "disegani" ini bisa dilatih. Tidak perlu menunggu jadi orang penting! 🔹 1. Integritas: Satukan Kata dan Perbuatan "Integrity is doing the right thing, even when no one is watching." Ini fondasi utama. Orang mungkin tidak mengkritik langsung, tapi mereka mencatat . ✅ Janji? Tepati. ✅ Tidak sanggup? Jujur dari awal. ✅ Salah? Akui dengan lapang dada. Di dunia yang penuh basa-basi, konsistensi antara ucapan dan tindakan adalah mata uang termahal. Wibawa dibangun bukan saat dilihat orang, tapi ...

Siapa Pun yang Berdiri di Depan adalah Guru

Gambar
Saya pernah mengikuti sebuah pelatihan. Saat itu, pelatih yang menyampaikan materi terlihat kurang siap. Penguasaan materi terbatas, penyampaian pun terasa grogi dan berputar-putar. Karena sesi ini berlangsung berulang kali, suasana menjadi jenuh. Di tengah kejenuhan itu, seorang teman yang duduk di samping saya mulai “berulah”. Tingkah nakalnya—mengganggu jalannya pelatihan—membuat suasana semakin riuh. Jujur saja, sebagian dari kami mungkin merasa terwakili oleh sikap itu, walau dalam hati. Tak lama kemudian, supervisor kami datang. Pada saat jam istirahat, supervisor tersebut menegur teman kami yang tadi mengganggu, lalu membuka pembicaraan dengan sebuah kalimat sederhana namun sangat dalam maknanya: “Siapa pun yang berdiri di depan adalah guru.” Teman saya langsung menyanggah, “ Tapi dia tidak siap. Bicaranya ngelantur ke mana-mana.” Supervisor kami tersenyum, lalu menyela dengan tenang, “Tetap guru. Paling tidak, dari situ kita belajar satu hal: nanti kalau kita berdiri ...

Pendampingan Evaluasi Kondisi Kerugian dan Opsi Penyelamatan Unit Usaha BUMG Lamseupeung

Gambar
D alam rangka memastikan pengelolaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) berjalan sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola yang baik, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) menghadiri pertemuan bersama Pengelola, Pengawas, dan Tuha Peut Gampong Lamseupeung . Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi awal terkait Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 , khususnya BAB XII yang mengatur tentang kerugian, kepailitan, dan pembubaran BUMDes/BUMG . Dalam pertemuan tersebut, para pengelola memaparkan kondisi usaha dan laporan keuangan BUMG Lamseupeung. Dari penjelasan yang disampaikan, diketahui bahwa unit usaha BUMG saat ini belum berada pada kondisi pailit , namun mengalami kerugian usaha . Kerugian ini ditandai dengan tidak lakunya barang dagangan serta terus menyusutnya modal akibat kewajiban menutup biaya rutin bulanan, seperti biaya listrik, sewa, dan honor pengurus. Menanggapi berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh Tuha Peut, Bapak Irhamuddin TAPM Banda Aceh memberikan...

Pantai Alaik Sektare, Destinasi Wisata Alam Unggulan Desa Lantik

Gambar
Pantai Alaik Sektare merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan yang berada di Desa Lantik, Kecamatan Teupah Barat . Pantai ini menawarkan pesona alam yang masih alami, suasana yang tenang, serta panorama laut yang memanjakan mata, khususnya saat matahari terbenam di ufuk barat. Keindahan senja di Pantai Alaik Sektare menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Cahaya matahari sore yang keemasan berpadu dengan hamparan laut dan pasir pantai menciptakan suasana nyaman dan menenangkan. Kondisi ini menjadikan Alaik Sektare sebagai lokasi yang ideal untuk rekreasi keluarga, wisata alam, maupun aktivitas santai menikmati pemandangan pesisir. Selain keindahan alamnya, Pantai Alaik Sektare juga didukung oleh potensi kuliner lokal dan nasional yang tersedia di sekitar kawasan pantai. Aneka olahan hasil laut serta sajian khas masyarakat setempat menjadi pelengkap pengalaman berwisata, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi warga desa. Pantai ini juga dikenal sebaga...
Gambar
Busra, ST, MM Refleksi 10 Tahun Dana Desa di Aceh dan Tantangan Pendampingan Pasca Bencana Hidrometeorologi Oleh: Busra, ST, MM Koordinator Provinsi Aceh Program P3MD Kemendes PDT Pendahuluan Satu dekade perjalanan Dana Desa di Provinsi Aceh bukan sekadar hitungan tahun anggaran. Ia adalah potret dinamika pembangunan desa pasca konflik dan pasca tsunami yang berlapis, dengan capaian nyata sekaligus luka struktural yang belum sepenuhnya pulih. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Dana Desa telah menjadi instrumen utama pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan layanan dasar. Namun, di saat yang sama, Aceh berhadapan dengan realitas ekologis yang rapuh dalam bentuk bencana hidrometeorologi. Artikel ini merefleksikan perjalanan Dana Desa di Aceh selama sepuluh tahun, lalu mengaitkannya dengan tantangan pendampingan desa di wilayah yang porak-poranda akibat bencana hidrometeorologi. Refleksi ini penting untuk menata ulang arah kebijakan, strategi pend...
Gambar
Rapat Desa Bukan Sekadar Hadir—Ini 5 Alasan Kenapa Kita Justru Dapat 'Bayaran' Tak Terlihat! Rapat Desa Bukan Sekadar Hadir—Ini 5 Alasan Kenapa Kita Justru Dapat 'Bayaran' Tak Terlihat! Hai, sesama pejalan desa! Kalau kamu seorang Pendamping Desa atau Tenaga Ahli Pegiat Desa (TAPD) , pasti nggak asing lagi dengan jadwal rapat yang padat di berbagai gampong. Kadang hujan deras pun tetap jalan, kadang jarak jauh tapi tetap diusahakan hadir. Banyak yang bilang, “Ya udah, tugas aja.” Tapi tahukah kamu? Di balik kehadiranmu itu, sebenarnya ada ‘bayaran’ tak kasat mata yang jauh lebih berharga dari sekadar honor harian. Mari kita kupas pelan-pelan—kenapa hadir di rapat desa itu investasi emosional, sosial, bahkan kesehatan yang sering kita lewatkan. 1. Dihargai = Diberi Energi Positif Saat masuk ke balai desa atau meunasah, sering kita disambut dengan senyum tulus, ucapan terima kasih, bahkan doa selamat dari ...

Postingan populer dari blog ini

Rapat Koordinasi Percepatan Penyusunan RAPBG-P dan Perencanaan Pembangunan Gampong Tahun 2026

Diskusi Pembenahan Kepengurusan BUMG Geuceu Kayee Jato